Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts

Saturday, April 23, 2011

Happy Easter!


Easter is the gift of HOPE
Easter is the gift of PEACE
Easter is the gift of LOVE
Let us rejoice in Him,
Who gives them all.

May God bless you at Easter,
And keep you all year through.
May God give you all the faith it takes,
To make your dreams come true.
May His love and wisdom always help,
To guide you on your way.
May His light shine down upon you now,
To bless your Easter Day.

Tuesday, December 14, 2010

Tepian Ilusi

Saat membuka mata
Hanya ada kebahagiaan
Keriuhan rasa hati yang membuncah
Terekam baik saat awal

Terpukul kenyataan
Yang sembunyi dalam bahagia
Titik kecil
Menguak ilusi, menampar impian

Saat menggantungkan hati
Yang perlahan menjadi bimbang
Satu per satu kepingan mulai berterbangan
Meninggalkan tempatnya

Berdiri pada tepian jurang kehidupan
Berjudi mengadu nasib, bagi
Hati berontak percaya bahagia
Logika berontak tinggalkan ilusi

Waktu setipis jaring laba-laba
Memutuskan pemenang
Dan saat bunyi lonceng terakhir
Keputusannya ...............

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, September 25, 2010

Mencari Jalan Lain

Aku hanya manusia tak berotak
Bukan mulut yang berbicara
Tapi tangan
Saat semua terjadi
Hanya dapat terseret dalam keriuhan tanpa akhir

Semua mata menatap bingung
Semua tangan menuding
Semua mulut melontarkan makian
Dan semua terbalut dalam kebencian yang absolut

Pandanganku gelap
Kepalaku penuh dengan aksi
Telingaku tertutup
Tidak menghiraukan teriakan

Dan kini terpuruk dalam kesedihannya
Penyesalan tidak terasa
Hanya ada nafsu untuk melindunginya
Menghapus air matanya

Mengakat kepala menantang
Bersiap untuk menyerang lagi
Ahh...semua ini tidak akan berujung
Sesekali ingin kutinggalkan semua ini

Tapi kakiku enggan melangkah
Hatiku tidak sanggup untuk meninggalkannya
Mungkin ada jalan lain untuk pergi
Jalan menuju kefanaan

Akhir untuk segalanya

Sunday, September 5, 2010

Menuju Cahaya

Saat gagak menyenandungkan irama
Saat itulah burung nazar melayang dengan bahagia
Keduanya menukik turun menikmati sarapan

Jiwa akan berkelana mencari jalan
Ditengah kegelapan meraba mencari cahaya
Membiarkan kaki tersandung oleh dosa
Mencari ujung cahaya kalau itu benar adanya
Sent from PiKun® powered by NdutNcit

Friday, September 3, 2010

Sandal

Aku adalah sandal
Yang hanya di pakai pada saat santai
Aku selalu setia mengiringi langkah pemilikku
Tapi aku tidak akan pernah pergi ke acara resmi
Pemilikku bahkan tidak pernah menganggapku ada
Dan dengan mudah melupakan aku
Bahkan tidak segan untuk membuangku


Hahaha! Kasian amat sih lo, sapa suruh jadi sandal. :p
Sent from PiKun® powered by NdutNcit

Thursday, September 2, 2010

Perlahan Membeku

Cinta perlahan membekukan hati
Yang seharusnya menghangatkan
Membutuhkan lebih dari sekedar matahari
Agar perlahan mencair seperti dulu
Sent from PiKun® powered by NdutNcit

Kembali

Mengambil palu
Memukul hati berharap hancur
Namun tambalannya tak tergores
Utuh seperti sediakala

Menumpuk jerami diatas hati
Menyiramnya dengan madu cinta
Dan kusulut dengan rokok ku
Padam dengan tetesan air mata

Cara terakhir

Meremas hati di balik selimut
Berharap untuk hancur lagi
Seperti debu yang tertiup angin
Takkan tersisa setitik pun

Kehampaan merentangkan tangan
Menyambut kedatangan teman lama
Dan dengan senyum
Memeluk kehampaan
Sent from PiKun® powered by NdutNcit

Friday, June 4, 2010

Burung Kecil

Kicaumu selalu membuatku tersenyum
Menapaki riuhnya kehidupan
Melihat caramu mempertahakan diri
Di tengah kehidupanmu

Membusungkan dada kecilmu
Seakan menantang para elang
Menutupi sayap kecilmu yang terluka
Saat kau limbung dihadapan penguasa langit lain

Itulah saat dimana ku bersyukur
Saat kau jatuh tepat dipangkuanku
Membuat hariku berbeda
Saat membantu merawat sayap kecilmu

Kini sayap itu telah sembuh
Siap untuk membumbung tinggi melintasi langit
Meninggalkan tangan usang
Yang selalu menimang tubuh kecilmu

Merentangkan sayap kecilmu
Menatap langit untuk kembali pada kehidupanmu
Meninggalkan sehelai bulu
Sebagai tanda perpisahan

Ku menatap langit
Meneriakkan pesan untukmu
Hanya satu kali dan berlaku untuk selamanya
Berharap kau mendengar ditengah terpaan angin

"Terima kasih telah mengajarkan banyak hal dari kicauanmu. Tidak, aku tidak pernah mengajarkan apapun padamu. Walaupun aku merasa merawatmu, kamu sendirilah yang menyembuhkan lukamu, bukan aku. Aku hanya tempat dimana kamu dapat membuang lelahmu dan memuaskan seluruh rasa penasaranmu tentang gilanya kehidupan ini.

Mungkin hanya satu hal yang kusesali, kamu terlalu cepat mengepak-kan sayap kecilmu untuk meninggalkan tangan ini. Entah karena genggaman tanganku telah membuat luka baru pada sayapmu atau karena kau sudah tidak sabar untuk bisa terbang bebas seperti dulu.

Apapun itu, jika suatu saat kamu merasa lelah, berkicaulah diatas rumahku. Maka aku akan berlari keluar menyambutmu dalam dekapan tangan usang ini. Tangan ini akan selalu terbuka untukmu seperti sediakala. Dan aku tau, kamu pasti tau dimana jalan untuk menemukan rumahku.

Dan yang terakhir...selamat jalan burung kecilku. Aku tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal untukmu. Angkat paruhmu tinggi-tinggi, busungkan dada kecilmu, dah teriakan kicaumu dengan keras saat menghadapi penguasa langit lainnya." :)

Bayangan

Saat kuterdiam
Bayangmu menghantuiku
Saat kuingin melangkah pergi
Bayangmu menarikku kembali

Ahh
Kau begitu nyata
Tapi untukku
Kau lebih memilih menjadi bayangan

Mana yang kau pilih...
Lebih baik menjadi bayangan dalam hidupku?
Atau
Menjadi sesuatu yang nyata?


Haha! Dedicated to abe... :)

Monday, May 17, 2010

Jarak dan Rasa Lelah

Jarak membuatmu
tak tersentuh tak terlihat dan tak nyata

Tapi bagiku

Jarak membuatmu
Semakin tersentuh semakin terlihat dan semakin nyata

Mungkin akan kubiarkan
Apa yang kurasakan
Walaupun tak jelas arahnya

Kali ini kan kubiarkan
Perasaan ini menentukan jalannya
Karna ku sudah lelah tuk menentukan arah

Tuesday, April 20, 2010

Jiwa yang Bisu

Dawai kan terus bergesekan
Melantunkan yang seharusnya harmoni
Memecah kesunyian malam
Dengan semburat pilu

Nada kian meninggi
Menyiratkan kesakitan
Dari tiap kepingan bunyi
Mencakar hati yang kian rapuh

Membuka sedikit pintu hati yang telah menutup
Kini hancur takkan pernah terbuka
Carilah pintu itu dalam tumpukan sampah
Yang kausebut cinta

Bersembunyi dalam bayangan
Menggenggam pecahan hati
Mengutuki cahaya yang bekosa-kata
Menyambut jiwa yang akan bisu

Monday, April 19, 2010

Diam Lalu Pergi

DIAM...
Jangan bicara lagi
Apa kau tau
Setiap kata yang kau ucapkan
Hanya meninggalkan luka

Kata demi kata
Terus merobek luka yang hampir kering
Seolah itu belum cukup membuatmu senang
LALU...
Apa lagi yang akan membuatmu puas

PERGI...
Dan bawa racun itu bersamamu
Mungkin suatu saat
Kau akan merasakan racunmu sendiri
Lalu aku akan tertawa melihatnya perempuan

Thursday, April 1, 2010

Alunan Mawar

Malam kan slalu berakhir
Kepekatannya kan berganti cahaya
Menampakan senyum matahari
Yang memberi kehangatan serta kehidupan

Hatiku terhibur dengan senyuman sang mawar
Yang menyimpan racun namun menjadi candu bagiku
Durinya menusuk dan membunuh
Namun terasa seperti hasrat penuh birahi

Kuredam rasa sakitku menahan perih
‎Namun mawar itu begitu menggoda hasratku
Untuk menyntuhnya lagi
Hingga habis darah ini

Dan aku kan terus hidup
Dalam rasa sakitku
Hingga saat itu tiba
Tuk merenggutku dalam sunyi

By. Cia & Kopi di tengah kesunyian malam


Well, kita berdua bikin puisi ini karna kebosanan tiba" melanda gw n cia d tengah-tengah chat via ym. Akhrirnya tercetuslah ide yg amit-amit lebay banget.

Yupz, puisi itu kita rangkai berdua, gw kasih kalimat pertama n cia yg lanjutin, dan seturusnya gitu sampe selese. Gak tau kita berdua kesambet apa ampe punya game kaya gini. Hehe! Tapi lumayan juga bwt ngasah otak. :p

Sooooo, klo puisinya lebay, gak jelas, picisan, norak, etc. Ya lo boleh ngerasa maklum (ato nggak), cz kita berdua bukan sang pujangga. Apa lagi sang pengemis cinta (dangdut aja). Haha. Tuh kan gw masih kebawa suasana lebay. Huahahaha

Wednesday, March 3, 2010

sia-sia

cintaku..hatiku..
hanya untuk saat itu
takkan pernah terlupakan
saat ku berada di sisinya

waktu...
dialah yang memisahkan
kuterdiam dalam rasa sakit
membiarkannya untuk pergi

hati ini terasa kosong
mungkin sedikit kuberharap
mungkinkah suatu saat waktu
membawamu kembali?
jika aku tetap menanti dirimu

ah..itu tidak mungkin
aku slalu melihatmu tertawa
aku slalu melihatmu menangis
dan kini..aku melihatmu b'samanya

Wednesday, January 27, 2010

tentang cinta

kadang cinta membuat kita menunggu
tapi terkadang cinta itu datang dengan sendirinya
dan saat dia datang
dia hanya memberikan kebahagiaan sesaat
lalu.....
dia akan pergi meninggalkan luka